RSS

RERANGKA KONSEPTUAL

12 Mar

RERANGKA KONSEPTUAL

 

  1. 1.   RERANGKA KONSEPTUAL
    1. Pengertian Rerangka Konseptual

Rerangka konseptual adalah suatu sistem yang menunjukkan keterkaitan tujuan dan fundamental yang diharapkan dapat digunakan dalam pembentukan standar yang konsisten yang mampu menjelaskan arti, tujuan serta keterbatasan akuntansi dan pelaporan. Rerangka konseptual berisi apa, mengapa dan bagaimana akuntansi itu diperlukan untuk menentapkan informasi apa yang seharusnya disajikan untuk memenuhi kebutuhan stakeholder.

  1. Arti Pelaporan Keuangan

Pelaporan keuangan adalah laporan keuangan dan berbagai informasi tambahan sehingga informasi tersebut dapat digunakan untuk mengambil keputusan. Misal, informasi dari manajemen untuk melakukan ekspansi dan rencana pembagian saham.

  1. Tujuan Pelaporan Keuangan

Tujuannya adalah memeberikan informasi yang lebih lengkap yang bisa digunakan oleh para pemakai laporan keuangan dalam mengambil keputusan.

 

  1. 2.   RERANGKA KONSEPTUAL MENURUT FASB

Rerangka konseptual menurut FASB berisi tentang:

  1. Tujuan pelaporan keuangan bagi organisasi bisnis dan organisasi non bisnis
  2. Kriteria kualitatif informasi
  3. Elemen-elemen statemen keuangan
  4. Pengukuran dan pengakuan
  5. Penggunaan laporan arus kas dan informasi nilai sekarang untuk pengukuran

 

  • § SFAC No. 1: Pelaporan keuangan diharapkan memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor dan kreditor dan pemakai lainnya untuk pengambilan keputusan investasi, kredit dan keputusan yang sejenis.

Suatu rerangka konseptual yang digunakan sebagai standar pelaporan. Rerangka konseptual menurut FASB terdiri dari tujuan pelaporan, karakteristik kualitatif, unsur– unsur  laporan keuangan, bagaimana mengukur elemen laporan keuangan, dan tambahan penilaian presentasi value akun.

Tujuan informasi tersebut harus bermanfaat untuk:

  1. Keputusan ekonomik ,yaitu membantu kreditur dan investor potensial agar bersedia bekerja sama dengan perusahaan.
  2. Memprediksi prospek arus kas di masa yang akan datang
  3. Mengetahui sumberdaya, klaim atas sumberdaya serta perubahannya (laporan posisi keuangan)  dari suatu badan usaha.

 

 

 

  • § SFAC No. 2: Karakteristik Kualitatif

Persyaratan kualitatif yang harus dilakukan agar laporan keuangan  dapat digunakan:

  1. Dapat dipahami (understandbility)
  2. Relevan : sesuai dengan tujuan.

Elemennya: time line (batasan waktu), feedback value (hubungan timbal baik dimasa lalu), prediktif value (prediksi kejadian dimasa yang akan datang)

  1. Reliability : dapat diandalkan

Elemennya : variability (mampu diuji kebenarannya), representational (apa adanya), neutrality (tidak berpihak satu orangpun syarat pengukurannya harus akurat).

  1. Comparability : dapat dibandingkan dari beberapa orang.
  2. Materiality : manajemen sumber daya manusia cukup signifikan dalam memepengaruhi keputusan akuntansi.
    1. 3.      RERANGKA KONSEPTUAL MENURUT IASB (INTERNATIONAL ACCOUNTING STANDARD BOARD)

Rerangka konseptual menurut IASB berisi tentang:

  1. Definisi tujuan laporan keuangan
  2. Identifikasi karakteristik kualitatif yang memberikan manfaat pada informasi akuntasi
  3. Definisi elemen dasar laporan Keuangan beserta konsep pengakuan dan pengukuran.
  4. Relevansi dengan kebutuhan pengambil keputusan
  5. Reliable

–                           Menunjukkan posisi keuangan, kinerja dan arus kas badan usaha

–                           Mengutamakan substansi

–                           Netral

–                           Pruden: tidak boleh memberikan info yang terlalu optimis

–                           Lengkap

  1. Persyaratan, pedoman dan interpretasi yang berkaitan dengan issue yang sejenis
  2. Dalam rerangka mencakup; definisi, pengakuan serta pengukuran aset, liabilitas, pendapatan dan beban
  1. 4.      PRICIPLES BASED & RULE BASED STANDARD SETTING
    1. Berdasarkan perbaikan dan konsistensi aplikasi pada rerangka konseptual
    2. Menjelaskan tujuan standard
    3. Memberikan rincian dan struktur yang cukup untuk dilaksanakan dan diaplikasikan secara konsisten
    4. Meminimkan perkecualian dalam menerapkan standard
    5. Menghindari penggunaan  precentage test yang memungkinkan perekayasaan keuangan untuk mencapai kepatuhan

 

Principle based: berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Role based: pembentukan standard yang dilakukan berdasarkan aturan-aturan yang berlaku dipengaruhi regulasi unsur-unsur yang dominan (unsure politik).

USGAB menekankan pada rule based.

IAS menekankan pada principle.

 

  1. 5.      KRITIK TERHADAP PROJEK RERANGKA KONSEPTUAL
    1. Ilmiah

–    Dasar pengukuran dari ketentuan yang kurag spesifik

–    Definisi elemen yang kurang jelas

  1. Deskriptif

–    Akuntansi tidak bisa netral

–    Akuntansi sebagai disiplin ilmu sosial tidak mempunyai tujuan yang jelas

–    Rerangka konseptual merefleksikan kekuatan politik dari kelompok yang dominan

 

  1. 6.      RERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AUDITING

Rerangka konseptual untuk auditing:

a. Perubahan dari pengujian subtantif menjadi penekanan pada pertimbangan risiko, peran risiko bisnis dari klien.

b.Risiko bisnis menekankan pada ancaman bisnis klien

Tidak hanya rerangka konseptual yang diperhatikan, tetapi juga memperhatikan risiko bisnis. Di sini lebih mengutamakan bagaimana karakter bisnis dari organisasi klien atau bisa membantu jasa konsultasi dalam standart akuntansi (menjadi audit internal) yang tugasnya meyakinkan bahwa laporan keuangan sudah sesuai dengan standart akuntansi yang berlaku umum.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12/03/2013 in Teori Akuntansi

 

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: