RSS

Aktiva —Godfrey Chp 7

12 Mar
—Aktiva
—Godfrey Chp 7
—Definisi
—IASB:
— Aset merupakan sumberdaya yang dikendalikan oleh suatu badan sebagai hasil dari transaksi yang lalu dan diharapkan memberikan manfaat ekonomis dimasa yang akan datang yang mengalir pada badan usaha
—Manfaat ekonomik dimasa yang akan datang
—Aktivitas yang menghasilkan laba
—Mempunyai potensi dalam memberikan kontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam memberikan arus kas atau yang ekuivalen dengan kas pada badan usaha. Melalui peningkatan pendapatan maupun penghematan biaya.
—Sumberdaya ekonomik tersebut harus mempunyai utilitas dan mempunyai keterbatsan (scarcity).
—Manfaat ekonomik dimasa yang akan datang, menunjukkan kemampuan memberikan jasa bagi badan uasaha.
—Dikendalikan Badan Usaha
—Hak untuk memanfaatkan aset tersebut, dan tidak harus mempunyai bukti kepemilikan aset.
—Kepemilikan biasanya sesuai dengan pengendalian, tetapi ini bukan merupakan karakteristik aset yang penting. Sebagai contoh adanya agen yang mempunyai kewajiban menjual barang milik prinsipal. Barang tersebut bukan aset dari agen tetapi aset prinsipal.
—Konsep legal digunakan sebagai pedoman. Tujuan akuntansi tidak terfokus pada konsep legal, tetapi lebih menekankan pada substansi.
—Kejadian Dimasa Lalu
—Aset tidak termasuk aset yang masih direncanakan.
—Sudah ada kemampuan untuk memanfaatkan
—Dapat dipertukarkan
—Elemen tersebut dapat dipisahkan dari badan usaha sehingga dapat diperjual belikan.
—Dasar Pengakuan
—Sesuai dengan ketentuan legal
—Dapat ditetapkan substansi ekonomiknya
—Menggunakan konsep  conservatism
—Pengukuran Aset Berwujud
—US GAAP – Historical Cost, merefleksikan conservatism, objective dan bukti yang dapat diverifikasi.
—Standar IASB , memungkinkan dilakukan penilaian kembali aset berwujud. Standar ini memungkinkan tetapi tidak mengharuskan menggunakan pengukuran current value.
—Pengukuran aset Tak berwujud
—IAS 38 para 24: Cost pada saat terjadi kepemilikan
—IAS 38 para 75: memunkinkan adanya penilaian kembali aset tak berwujud
—IAS 16: fair value ditentukan oleh pasar yang aktive
—
—
—Pengukuran aset finansial
—Derivative harus diukur berdasarkan fair value
—Fair value adalah nilai pertukaran aset yang diperpleh dari kedua pihak yang melakukan transaksi tanpa adanya batasan apapun (arm’s length transaction)
—
—Tantangan bagi penyusun Standar
—Disarankan penyusun standar untuk mempertimbangkan beberapa model pengukuran.
—IASB memperkenalkan penggunaan pengukuran fair value, meskipun Cairns tidak mengakuinya.
—IFRS memperkenalkan pengukuran fair value untuk derivative dan beberapa aset dan liabilitas keuangan
—Pengukuran Fai Value
—Market Approach
—Menggunakan harga dan informasi dari transaksi yang sesungguhnya untuk aset dan liabilitas yang sejenis dan diperbandingkan
—Income Approach
—Konversi dari diskonto uang yang diterima dimasa yang akan datang
—Cost Approach
—Sejumlah uang yang digunakan untuk memperoleh kapasitas yang sama (current replacement cost)
—Issue bagi Auditor
—Auditor perlu memahami berbagai model penilaian dan proses manajemen untuk menentukan input yang digunakan untuk pengukuran yang digunakan.
—Untuk mengembangkan pendekatan audit yang efektif, auditor perlu memahami proses dan pengendalian penentuan fair value, dan melakukan judgment apakah metode pengukuran yang digunakan klien sudah memadai untuk menghasilakan pengukuran fair value yang reasonable.
—
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12/03/2013 in Teori Akuntansi

 

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: