RSS

LIABILITAS DAN EKUITAS

06 Mar

 

LIABILITAS DAN EKUITAS

 

 

1)   TEORI

  1. Teori Proprietary

Merupakan teori kepemilikan dimana yang mempunyai uang adalah yang mengelola uangnya sendiri. Peningkatan aset meningkatkan kepemilikannya. Peningkatan beban akan mengurangi kepemilikannya, karena akan menambah kewajiban atau mengurangi aset.

 

b.Teori entity

Teori ini memisahkan antara pemilik uang dengan yang mengelola uangnya, karena terpisah maka pengelola harus menyajikan laporan keuangan, dan pemilik uang meminta pertanggungjawaban kepada manajemen (pengelola).

 

2)   LIABILITAS

  1. Definisi

Liabilitas adalah kewajiban untuk menyerahkan manfaat ekonomi di masa akan datang kepada pihak ke tiga, dalam bentuk uang, jasa, maupun aset yang lainnya.

1)      Kewajiban pada saat ini

Definisi kerangka menyatakan bahwa kewajiban yang diharapkan mampu menimbulkan manfaat ekonomis.  Dengan demikian, pengorbanan yang sebenarnya masih harus dibuat, pertimbangan yang mendasari adalah bahwa kewajiban sudah hadir dalam kaitannya dengan pengorbanan di masa depan. Sebagai contoh, hutang adalah kewajiban saat ini, timbul dari penyediaan jasa oleh pihak eksternal (misalnya kontrak).

 

2)        Transaksi di masa yang lalu

Kewajiban harus menjadi hasil dari peristiwa masa lalu. Seperti pada contoh pemeliharaan pada contoh sebelumnya, peristiwa masa lalunya ketika  penandatanganan kontrak untuk pemeliharaan menimbulkan kewajiban sekarang

 

3)        Dasar pengakuan

Pengakuan adalah proses formal untuk melakukan pencatatan dalam elemen-elemen laporan keuangan.Akuntan memerlukan aturan untuk menentukan apakah itu harus diakui atau tidak. Jenis aturan yang telah diterapkan di masa lalu mirip dengan yang diterapkan untuk pengakuan aset, yaitu:

• Ketergantungan pada hukum

Menggunakan hukum kesesuian yaitu suatu kejadian atau transaksi antar pihak yang menyebabkan adanya kewajiban di masa yang akan datang.

• Penentuan substansi ekonomi

Transaksi kedua belah pihak memiliki nilai ekonomis.

 

 

• Kemampuan untuk mengukur nilai kewajiban

Adanya kemampuan untuk dapat diukur nilai kewajibannya. Nilai kewajiban akan didasarkan pada nilai yang diharapkan saat ini dari arus kas masa depan, bukan nilai nominal

• Gunakan prinsip konservatisme

Secara historis, akuntan telah mengambil pendekatan konservatif untuk pengakuan aktiva dan kewajiban

 

  1.  Rerangka menurut IASB

Kerangka IASB memberikan panduan dalam kaitannya dengan pengakuan neraca dan unsur-unsur laporan laba rugi. Ayat 82 menyatakan bahwa item yang memenuhi definisi elemen harus diakui jika:

  • Besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa depan berkenaan dengan item yang akan mengalir ke atau dari entitas; dan
  • Item ini biaya atau nilai yang dapat diukur dengan keandalan

Ayat 91 memberikan pedoman khusus tambahan. Ini menyatakan bahwa kewajiban diakui di neraca apabila besar kemungkinan bahwa suatu arus keluar sumber daya yang memiliki manfaat ekonomi hasil dari penyelesaian kewajiban kini dan jumlah di mana penyelesaian akan berlangsung dapat diukur dengan andal. Oleh karena itu, isu-isu penting yang harus dipertimbangkan dalam kaitannya dengan pengakuan atas kewajiban adalah (a) kemungkinan arus keluar manfaat ekonomi dan (b) reliabilitas pengukuran.

 

3)   PENGUKURAN LIABILITAS

  1. Dasar pengukuran

Berdasarkan IFRS, metode pengukuran yang paling umum digunakan untuk kewajiban adalah biaya historis. Pada transaksi sewa guna usaha kewajiban diakui pada awal berdasarkan nilai wajar sewa atau nilai kini dari pembayaran sewa minimum jika lebih rendah ( IAS 17, ayat 20. Pada tahun-tahun berikutnya, kewajiban diukur berdasarkan metode biaya diamortisasi, yaitu biaya dari kewajiban pada awal (nilai wajar atau nilai tunai pembayaran sewa minimum, jika lebih rendah) disesuaikan dengan dasar tahunan untuk mencerminkan estimasi nilai saat ini. Amortisasi sesuai dengan penyelesaian dengan utangnya. Pengalokasian biaya sesuai dengan tahun yang menikmati. Utang tersebut harus dapat diukur secara reliable.

 

  1. Employee benefit (pensiun)

Di banyak negara pensiun ditetapkan oleh pemberi kerja untuk memberikan manfaat pensiun untuk karyawannya. Pensiun adalah pembayaran oleh pemberi kerja setelah karyawan tidak aktif lagi, diberikan sampai pegawai tersebut meninggal. Ada unsur ketidakpastian sampai kapan kewajiban membayar pensiun itu masih ada.

 

 

 

 

  1. Provisi dan contingency

IAS 37/AASB 137 ayat 10 mendefinisikan kewajiban kontinjensi sebagai:

1)     kemungkinan kewajiban yang timbul dari peristiwa masa lalu dan yang keberadaannya akan dikonfirmasi jika sudah terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa masa depan secara pasti tidak sepenuhnya dalam kendali entitas, atau

2)       kewajiban masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu tetapi tidak diakui karena:

–          tidak tahan kemungkinan arus keluar sumber daya dan manfaat ekonomi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kewajiban tersebut; atau

–          jumlah kewajiban tersebut tidak dapat diukur dengan keandalan yang cukup.

Jadi, utang contingency adalah utang yang timbul karena adanya peristiwa yang akan datang mengenai apa yang terjadi dan tidak terjadi. Sebagai contoh, sebuah perusahaan dapat mempertimbangkan kebijakan untuk membuat provosion kerugian yang tidak diasuransikan. Namun, kewajiban tidak dapat diakui berdasarkan PSAK 37 sampai terjadinya suatu peristiwa yang memerlukan pengorbanan aset oleh entitas pelaporan. Seperti halnya utang garansi adalah utang yang timbul jika ada komplain dari pelanggan mengenai produk perusahaan yang disertai dengan kartu garansi.

Kedua utang ini disusun berdasarkan fair value (berapa kemungkinan utang dari komplain penjualan).

 

4)   EKUITAS PEMILIK

Modal adalah sumber dana yang diperoleh dari pemilik dihitung dari selisih aset  dengan kewajiban. Dividen merupakan bagian dari laba yang dibagikan kepada pemilik modal yang besarnya tergantung pada kebijakan organisasi. Ada dua fitur penting yang dapat membantu kita untuk membedakan antara kewajiban dan ekuitas pemilik yaitu :

  1. Hak pemilik

Kreditor memiliki hak-hak berikut:

• penyelesaian klaim mereka dengan tanggal tertentu melalui pengalihan aset (barang atau jasa)
• prioritas atas pemilik dalam penyelesaian klaim mereka dalam hal terjadi likuidasi

Karena return yang diharapkan tinggi, maka bagi perusahaan menimbulkan biaya yang besar bagi perusahaan untuk memberikan imbalan bagi investor. Investor diberi hak untuk mengendalikan perusahaan. Pengendaliannya dalam bentuk mekanisme RUPS berupa hak suara.

 

  1. Subtansi Ekonomi

Baik kewajiban dan ekuitas pemilik ‘mewakili klaim terhadap entitas. Semua pengadu terhadap entitas menanggung risiko kerugian, tetapi karena klaim sebelumnya kreditur, risiko mereka lebih rendah dari pemilik. Pemilik harus menanggung kerugian yang berasal dari kegiatan perusahaan. Mereka membawa beban risiko dalam bisnis. Dalam setiap perusahaan, tingkat risiko kreditur dan pemilik tergantung pada hak-hak mereka. Dengan demikian, perbedaan utama antara hak kreditur dan pemilik adalah bahwa kreditor memiliki hak untuk pemukiman sementara pemilik memiliki hak untuk berpartisipasi dalam keuntungan (residual). Perbedaan ini mencerminkan risiko ekonomi dan fitur pengembalian dua jenis klaim: kreditor menanggung risiko kurang dan mendapatkan imbalan yang relatif tetap (bunga dan pelunasan pokok), sedangkan pemilik menanggung risiko yang lebih besar dan karenanya mendapatkan variabel (dan sering lebih tinggi) tingkat pengembalian melalui partisipasi mereka dalam keuntungan.

Pemilik atau wakil mereka memiliki kendali, komposisi penggunaan akuisisi, dan disposisi aset perusahaan. Mereka memiliki kontrol operasi dan tanggung jawab untuk menjalankan bisnis dan untuk kelangsungan hidup dan profitabilitas. Secara umum, pemilik perusahaan (pemegang saham) mendelegasikan sebagian besar tanggung jawab dan kontrol kepada direksi dan manajer.

 

5)   KONSEP DAN KLASIFIKASI MODAL

  1. Konsep modal

Konsep modal yang digunakan adalah konsep capital maintenance (bagaimana menggunakan modal) karena merupakan sumber dana perusahaan. Jangan sampai modal perusahaan habis. Modal dinyatakan dalam kemampuan daya beli. Tujuan lain dalam konsep capital maintenace yaitu modal juga digunakan sebagai bantalan untuk mengurangi resiko jika ada kerugian agar kreditur dapat terlindungi. Jika perusahaan rugi ditanggung pemodal, jika laba dinikmati pemodal. Kreditur hanya menanggung yang telah disepakati perusahaan.

  1. Klasifikasi modal

Klasifikasi dalam ekuitas pemilik bertujuan untuk untuk menjaga memisahkan nilai investasi dari jumlah yang diinvestasikan kembali. Modal diklasifikasikan menjadi modal disetor dan laba ditahan. Modal disetor minimal dari pemilik perusaahan harus ada. Laba ditahan bukan merupakan aktiva dalam diri perusahaan dan oleh karena harus dialokasikan.  Laba ditahan dibagikan sebagai dividen dan diberikan kepada pemilik.

 

6)   PERMASALAHAN PEMBENTUKAN STANDAR

  1. Perbedaan antara utang dengan modal

Modal dikeluarkan untuk membentuk bagian dari investor dan pinjaman dari kreditur merupakan kewajiban. Utang  mempunyai tingkat resiko yang rendah karena besarnya sudah dipastikan, sedangkan modal mempunyai tingkat resiko yang tinggi karena belum pasti, besarnya imbalan tergantung pada kinerja perusahaan. Selain itu, modal mempunyai hak suara, hak diberikan setelah pelunasan hutang sedangkan hutang tidak ada hak suara, hutang harus dilunasi dulu sebelum memberi hak kepada pemilik.

  1. Penyelesaian Utang

Jika kita berhutang lima kali angsuran sudah dilunasi dua kali kemudian perusahaan mengalami likuiditas maka hutang-hutang perusahaan dianggap lunas dengan adanya perjanjian muncul hutang baru.

Hutang convertible : Hutang bisa hilang jika ada perjanjian hutang akan berubah menjadi modal.

  1. Saham bagi karyawan

Saham bagi karyawan adalah hak yang diberikan kepada pegawainya dalam bentuk saham. Saham tersebut merupakan bagian dari kepemilikan saham dari perusahaan.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 06/03/2013 in Teori Akuntansi

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: