RSS

CHALLENGES FOR STANDARD SETTERS

06 Mar

CHALLENGES FOR STANDARD SETTERS

Developments in revenue recognition and measurement

The IASB and FASB have undertaken a joint project in relation to revenue recognition and measurenment because revenue transactions are not well served by exiting guidance literature. In addition, transactions have become more complex ; for example, they may statements and should not be a criterion for recognition. Measurability is still an important element of the new criteria, but there is less emphasis on substantial complation of the earnings process. The approach taken in the project is to focus on the change in value of assets and liabilities rather than the completion of an earnings process.

A situation where companies have sought to measure revenue in a manner not supported by IASB standards is explored in the theory in action 9.3. Companies with insurance contracts, which are accounted for under IAS 39, have provided additional information consistent with the ‘ embedded value’ framework. Under this framework, companies recognize the expected value of future insurance contact when they are written. Thus revenue is recognized earier than permitted under IASB standard. Theory in action 9.3 explores the incentives for companies to provide measure of earnings based on embedded value.

 

TRANSLATE

TANTANGAN UNTUK pembuat standar
Perkembangan pengakuan pendapatan dan pengukuran
IASB dan FASB telah melakukan proyek bersama dalam kaitannya dengan pengakuan pendapatan dan measurenment karena transaksi pendapatan tidak dilayani dengan baik oleh literatur keluar bimbingan. Selain itu, transaksi menjadi lebih kompleks, misalnya, mereka mungkin laporan dan tidak harus menjadi kriteria untuk pengakuan. Terukurnya masih merupakan elemen penting dari kriteria baru, tapi ada kurang penekanan pada complation substansial dari proses penghasilan. Pendekatan yang dilakukan dalam proyek ini adalah untuk fokus pada perubahan nilai aktiva dan kewajiban daripada penyelesaian proses pendapatan.
Sebuah situasi di mana perusahaan telah berusaha untuk mengukur pendapatan dengan cara tidak didukung oleh standar IASB ini dibahas dalam teori dalam tindakan 9.3. Perusahaan dengan kontrak asuransi, yang dicatat dengan IAS 39, telah memberikan informasi tambahan sesuai dengan kerangka kerja ‘nilai tertanam’. Dalam kerangka ini, perusahaan mengakui nilai yang diharapkan dari kontak asuransi masa depan ketika mereka ditulis. Dengan demikian pendapatan diakui earier dari diizinkan dibawah standar IASB. Teori dalam aksi 9.3 mengeksplorasi insentif bagi perusahaan untuk memberikan mengukur laba berdasarkan nilai tertanam.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 06/03/2013 in Teori Akuntansi

 

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: