RSS

Sari Kuliah sosiologi Politik STIE YKPN 2011

25 Okt

SARI KULIAH

PERTEMUAN I, Kamis 17 maret 2011

Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang tidak bisa dilepaskan dari ilmu – ilmu yang lain. Pada tahun 1839 sosiologi ini mendapat pengaruh ilmu eksakta yaitu matematika dan fisika sehingga mengenal dalil dalil. Metode yang digunakan adalah :

  1. Data kuantitatif, yaitu data yang bisa dinyatakan dalam angka.
  2. Data kualitatif adalah data yang tidak bisa dinyatakan dalam angka.

Sosiologi lebih menekankan pada pendekatan kuantitatif daripada pendekatan kualitatif, sebenarnya saling melengkapi untuk mencapaikenyataan ( dash scient ) tidak semata mata hanya menyatakan keharusaanya ( dash sollen ). Bila menggunakan dash scient harus dilakukan penelitian terlebih dulu. Dengan dash sollen biasanya tujuannya diungkapkan terlebih dahulu baru mencari alas an rekomendasi.

Sosiologi berorientasi kepada kenyataan atau dash scient, baru setelah itu memberikan rekomendasi dan kemudian membuat kesimpulan yang diambil dari dash scient. 1977 sosiologi tidak mengenal gambar, padahal gambar bisalebih menjelaskan. Fisika sudah ada gambar sehingga sosiologi mengimitasi. Loedin menyatkan bahwa gambar lebih berharga dan bernilai daripada seribu kata. 1977 di UGM menampilkan lambing dari sosiologi, sehingga yang mempelajari jadi lebih mudah, sehingga dengan gambar itu dapat dibaca dengan kualitatif dan kuantitatif.

 

PERTEMUAN II, Kamis 24 Maret 2011

 

Ilmu pengetahuan sama dengan makhluk yaitu memiliki kelahiran. Nenek moyang adalah ilmu filsafat, sebelum dapat menghimpun maka biasanya didapat dari pengalaman. Syarat sebgai ilmu yaitu bisa dikumpulkan, kemudian disusun sehingga nantinya kumpulan itu dapat terbaca, lalu dihubungkan sehingga memperoleh kesimpulan.

 

Filsafat berasal dari data yang masih dangkal, belum menjelaskan rincian, lama – lama setelah diperinci lagi mulai ada bagian yang berkelompok, kemudian filsafat yang memisahkan diri, kemudian filsafat memiliki 1 anak yaitu matematika, anak fisika disebut eksakta. Lalu muncul ilmu non eksakta atau disebut dengan ilmu social yang mempunya ianak yaitu ilmu politik. Objek ilmu politik adalah Negara yang telah dibatasi sebelumnya karena terlalu besar, terdapat siklus siklik karena yang dimulai dari 0 akan diakhiri dengan 0 juga.

=  linear

=  spiralistik

 

= siklik

 

 

PERTEMUAN III, Kamis 31 Maret 2011

 

Redefenisi obyek sosiologi 1977,

 

Tokoh-tokoh ilmu sosiologi:

  1. Auguste Comte

Seorang filsafat dari Prancis ini menguraikan tentang ilmu filsafat positif, yaitu sesuai dengan kenyataaan (“das Sein”/Sollen: Jerman) dalam bukunya yang berjudul “Les Cours de Phylosophy Positive”. Pada bab 4 ia menyatakan ilmu baru itu adalah SOCIOLOGIE.

Sociologie berasal dari bahasa Latin:

  1. Socius: hidup berteman
  2. Logos: pada awalnya berarti sabda, berkembang menjadi cerita, lawakan, pengetahuan, dan terakhir menjadi ilmu pengetahuan.

Jadi, menurut Auguste Comte, sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang hidup berteman, berkawan, hidup bermasyarakat. Masyarakat berasal dari kata musyarakat,musyaraq, masyarakat, yang atinya hidup berdampingan.

  1. Mill dan Herbert Spencer (Inggris)

Mill dan Spencer membenarkan bahwa ilmu sosiolohi adalah ilmu tentang masyarakat, tetapi harus salah satu saja dari aspek masyarakat, karena tidak akan habis pembahasannya jika tidak dibatasi. Maka, yang dipelajari dalam ilmu sosiologi adalah manusia sebagai penentu kelompok       instinctivist school/ aliran insting.

  1. Simmel dan Vierkandt (Jerman)

Simmel dan Vierknandt tidak setuju dengan pendapat Mill dan Spencer. Menurut mereka, kelompoklah yang menentukan individu    formal school/ aliran formal/ bentuk.

Definisi 1977 mempunyai kelebihan :

  1. Mengintegrasikan polemic
  2. Objeknya dpt dipergakan
    1. Hasilnya tidak hanya berupa gambaran tetapi dapat dibaca dan pembacanya minimal dapay dibaca kuantitatif dan kualitatif.
    2. Dapat memperlihatkan kecenderungan dalam masyarkat.
      1. Karena memiliki kaitan antar variable, karena ada kaitan antar gejala atau antar variable dehingga, sosiologi bisa menghasilkan hipotesis, disamping itu karena ada kaitan antar gejala atau antar variable maka sosiologi tersambung dengan ilmu non sosiologi.

 

Hubugnan dengan kelompok

 

 

 

 

Jenis-jenis Kelompok:

  1. a.Primer

Sebuah kelompok yang oleh anggotanya dipandang paling utama, paling penting, paling disetiakan, paling loyal. Misalnya keluarga.

b.Sekunder

Sebuah kelompok yang oleh anggotanya tidak dipandang paling penting.

  1. a. In Group

Kelompok dalam, kelompok dimana individu merasakan sebagai warganya.

b.Out Group

Kelompok luar, kelompok dimana individu tidak merasakan sebagaibwarganya.

  1. a.Teritorial Group

Kelompok yang didasarkan pada kesamaan daerah.

b.Consenguinal Group

Kelompok yang dibentuk dari pertalian darah.

 

 

 

  1. a.Membership Group

Kelompok yang anggotanya benar-benar menjadi anggota kelompok yang bersangkutan. Contonhnya: Partai X, anggotanya akana menyatakan Partai X adalah membership mereka.

b.Referens Group

Bukan merupakan anggota kelompok yang bersangkutan.

  1. a.Interest Group

Kelompok yang memeliki kepentingan/ tujuan/ cita-cita tertentu tetapi tidak memiliki kekuatan untuk mencapainya.

b.Presure Group

Kelompok yang tidak memeliki kepentingan tapi bisa mempunyai kekuatan untuk menekan.

 

PERTEMUAN IV, Kamis 7 April 2011

Individu atau asosiasi tidak akan membentuk kelompok bila tidak terjadi temu gelang. Kelompok bisa disebut masyarkat apabila terdapat budaya tetapi apa belum menghasilkan isi maka hanya disebut dengan kelompok. Mahasiswa di dalam kelas masi disebut kelompok

Prof. Mr. Djojodigoeno, budaya adalah hasil dari:

  1. Cipta: pikiran, penalaran yang menciptakan ilmu pengetahuan
  2. Rasa: sesuatu yang menghasilkan keindahan, kenyamanan (seni)
  3. Karsa: kehendak manusia yang menghasilkan kepercayaan/adat

 

 

Perspektif adalah pandangan, kacamata, penglihatan. Yang dipandang adalah masyarakat, tentang bagaimana masyarakat itu dapat survive/bertahan/ tidak hancur.

Menurut Davis dan Wilbert Moore:

“Masyarakat mempunyai struktur/ susunan yang memperlihatkan siapa yang di atas, di tengah, di bawah (vertikal) dan horizontal (masyarakat hidup berdampingan)”.

 

Struktur Vertikal

  1. Perspektif Functional (Talkort Parsons)

–          Setuju bahwa masyarakat memilki struktur lapisan atas, lapisan bawah, dan lapisan tengah

–          Masing-masing lapisan memiliki keunggulan dan kelemahan

–          Setiap lapisan membantu fungsi dari lapisan lain. Inilah yang membuat masyarakat dapat bertahan.

  1. Struktur Disfunctional (K. Merton)

–          Asisten Talkort Parsons, sangat setuju dengan dengan pendapat Talkort Parsons

–         Tidak semua lapisan merupakan fungsi lapisan lain, hal ini disebut kelemahan. Kelamahan dari masing-masing lapisan inilah yang memberikan motivasi untuk tetap bertahan.

 

PERTEMUAN V, Kamis 14 April 2011

 

c. Sruktur Conflictual (Lewis Caser)

Masyarakat survive karena di dalamnya ada konflik. Konflik itulah yang memperkuat eksistensi masyarakat.

  1. Struktur Class (Karl Marx)

Ukuran kelas adalah kekayaan/ ekonomi/ kepemilikan. Pandangannya dimulai dari industri-industri di Eropa. Lapisan atas adalah kalangan Borjuis, yaitu kalangan yang menguasai industri, terutama modal dan peralatan. Sedangkan lapisan bawah adalah kalangan Proletar, yaitu kalangan yang mempunyai tenaga. Kalangan bawah melakukan perjuangan kelas (struggle class) dengan pendirian organisasi buruh. Perjuangan kalangan bawah yang terus berlangsung inilah yang membuat masyarakat dapat survive.

 

  1. Struktur Elitic (Vilfredo Pareto)

Lapisan elit adalah kelompok lapisan dimana jumlah anggotanya lebih sedikit dari kelompok masyarakat lain. Meskipun jumlahnya sedikit, tetapi mempunyai kekuatan yang lebih besar dari yang di bawahnya.

 

 

Struktur Horizontal (Dahl)

Disebut horizontal karena individu-individu dalam kelompok mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Inilah yang melahirkan Pemilihan DEMOKRASI.

 

PERTEMUAN VI, Kamis 21 April 2011

 

 

            B                                                   B: Lapisan I

AC : Lapisan II

A                              C                              ED : Lapisan III

 

 

          C                D

ED Paling lama Meninggalkan tradisi

RAGAM INSTITUSI

Lembaga disebut juga nukleus atau nuklir, yang berarti inti. Dalam sosiologi politik, inti yang dimaksud adalah inti dari jaringan hubungan antar manusia. Intinya berupa kristal-kristal atau pola-pola tingkah laku manusia. Ciri-cirinya yaitu:

  1. Wujudnya kecil
  2. Umumnya tua, purba
  3. Tidak mengenal perubahan, dilestarikan, diwariskan

 

 

 

PERTEMUAN VII, Kamis 28 April 2011

 

Pengertian Lembaga yang baru adalah pengertian baru yang tidak disetujui Koentjoroningrat. Menurutnya, lembaga adalah pola tingkah laku untuk mendidik anak dengan cara yang langsung diberikan oleh ayah dan ibu.

Emeli Durkheim menyebut pembagian kerja dalam masyarakat sebagai Division of Social Labor ( Devision du Travail Social). Dalam kegiatan ekonomi masyarakat kota, pekerjaan makin terspesialisasi dengan baik karena adanya pembagian kerja yang jelas, siapa yang memproduksi, yang mendistribusikan, dan yang mengkonsumsi.

  • Lembaga Politik dan Pemerintahan

Lembaga pemerintahan menjadi berkembang biak. Lembaga kepemimpinan awalnya ditandai dengan kekerasan. Max Weber merumuskan pemimpin sebagai seseorang yang memiliki keunggulan dalam hal tertentu dibandingkan dengan yang lainnya. Zaman dahulu, yang dianggap memiliki kekuatan adalah yang berasal dari alam.

Tipe kepemimpinan I:

  1. Khasrismatik : pemimpin yang dipilih karena diakui rakyatnya memiliki kemampuan gaib.
  2. Tradisional    : dipilih untuk pemenuhan tradisi yang turun menurun.
  3. Legalistik      : pemimpin yang memenuhi syarat/ ketentuan.

 

PERTEMUAN VIII, Kamis 19 Mei 2011

Pembahasan soal-soal ujian mid dan mengerjakan soal ujian mid nomor 1 dan 2.

Sosiologi setelah pasca Eksakta

  • Ilmu politik mempelajari Negara, yang memasukkan masyarakat ke dalamnya.
  • Masyarakat yang dipelajari oleh sosiologi real dalam ilmu politik
  • Lembaga pemerintahan mengenal sesuatu Negara tidak ladi dipilih obejk baru dari ilmu politik kekuasaan.
  • Kekuasaan yang tidak legitimate belum diakui oleh rakyat

 

 

PERTEMUAN IX, Kamis 26 Mei 2011

 

Pembhasan lanjutan soal ujian mid semester. Mengajukan progress report kemudian materi dengan mengingat penjelasan tautan nomor.

 

 

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 25/10/2011 in Sospol

 

4 responses to “Sari Kuliah sosiologi Politik STIE YKPN 2011

  1. kifli09

    03/12/2011 at 10:47 pm

    tanks artikelnya, sangat membantu

     
  2. Ruddy

    10/02/2012 at 1:37 pm

    nice info..
    mantap banget tulisan nya….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: