RSS

Ciri Ciri Sosiologi Terpenting

25 Okt

I BAB SOSIOLOGI

Sosiologi memperoleh batasan yaitu ilmu yang mempelajari manusia sebagai indiwvidu serta – merta sebagai anggota kelompok. Kualitas individu manusia tampil dengan bawaan lahirnya yaitu watak, pendapat dan kehendak aslinya, maupun sikap, gerak dantindak tanduknya. Kualitas anggota kelompok, manusia tampil di bawah pengaruh kelompok atau lingkungannya. Dalam hal mencari sasaran sosiologi telah dapat diperagakan dengan lambing – lambangnya.

 

II PERAGAAN DASAR SOSIOLOGI

Yang dimaksud dengan peragaan adalah peragaan atas unsure – unsurnya, yang dinyatakan dalam bentuk lambing – lambing atau anak – anak lambang. Peragaan dasar itu setidak – tidaknya adalah sebgai berikut :

  • L  – 1   : individu, orang pribadi, orang sendirian, orang tanpa hubungan, orang tanpa pergaulan.
  • L – 2    : hubungan, tali hubungan garis hubungan, tali pergaulan, jalur komunikasi.
  • L – 3    : asosiasi ( terkecil ), dua individu / orang berhubungan satu dengan yang lainnya tanpa membentuk bangun temu gelang.
  • L – 4    : kelompok terkecil, tiga individu / orang berhubungan satu dengan lain hingga membentuk bangun temu gelang, kelompok tunggal tertutup berangotakan tiga orang, tiga orang berhubungan satu dengan lain membentuk kelompok tunggal tertutup, jaringan hubunana antar tiga orang, jaringan hubungan antar orang yang paling sederhana.

 

III PEMBACAAN LAMBANG – LAMBANG SOSIOLOGIK

Sosiologi bukan lagi sosiografi, pembahasan dengan menggunakan lambang – lambang sosiologik lebih merupakan pendekatan, dalam hal ini adalah pendekatan sosiologik berlambang atau pendekatan sosio – symbolic. Sementara ini cukup diketengahkan 10 aham saja :

  1. Jh         = Jarak – hubungan
  2. Lh        = Lintas Hubungan
  3. Ch       = cabang hubungan
  4. Gh       = gaya hubungan
  5. Ah       = arah hubungan
  6. Ih         = irama hubungan
  7. Dh       = daya hubungan
  8. Sh        = sifat hubungan
  9. Rh       = rangkap hubungan
  10. Bh       = baur hubungan

Dengan aha mini setiap lambang sosiologik kan terbaca, dan jham dalam kehidupan bersam akan segera terungkap. Karena watak aham itu permanen, aham akan berfungsi pula sebagai control terhdap hasil rumusan deduksi maupun induksi melalui analisa sosiologik non-lambang maupun nonsosio-symbolik.

 

IV PENGUNGKAPAN CIRI – CIRI PENTING KEHIDUPAN PEDESAAN DAN PERKOTAAN

 

  1. Hukum alami pertambahan penduduk

Kenyataan bahwa jumlah penduduk bertambah antar saat maupun antar tempat, nampaknya lebih menjadi kecenderungan alami dibandingakn dengan penurunan jumlah penduduknya. Peningkatan jumlah penduduk pada hampir semua bagian dunia merupakan kenyataan.

  1. Pertambahan penduduk masyarakat – masyarakat beserta lambang – lambang dasarnya.
  1. Pertambahan Penduduk dan Tali-Hubungan menandai kehidupan makin mngota.

L- 7, L -8, L – 9 menunjukkan perkembangan kelompok/ lingkungan social / kehidupan bersama melalui pertambahan penduduk.

L- 7, L -10, L – 11 menunjukkan perkembangan kelompok/ lingkungan social / kehidupan bersama melalui pertambahan penduduk dan perluasan hubungan.

  1. Ciri – cirri penting kehidupan pedesaan banding kehidupan perkotaan, bertolak dari ajham JH.
    1. Sekalipun L-7, L-8, L-9 serta L-10, L-11 masih merupakan lambang- lambang lingkungan tunggal, namun jarak hubungan antar anggota dari lingkungan – lingkungan yang diperagakan dengan L-7 – L-11 itu bervariasi.
    2. Sebagaimna terihat pula pada ketiga lambang di atas ( L-7, L-10, L-11), kenyataan itu memberitahukan kemudian, bahwa :

1)      Makin bertambah jumlah penduduk suatu lingkungan, makin bervariasilah rata – rata kedudukan dan posisi masing – masing.

2)      Variasi kedudukan atau posisi dan peran dari rata – rata penduduk makin meningkat lagi.

3)      Variasi kedudukan atau posisi dan peran membawa serta variasi hak dan kewajiban serta variasi kebutuhan dan kepentingan.

  1. Dengan demikian dapat dirumuskan dan dilacak lebih lanjut serangkaian kecenderungan ( tedensi ) berikut ini :

1)      Makin bertambah jumlah penduduk, maka makin bervariasilah rata – rata kedudukan/ posisi dan peran mereka.

2)      Kehidupan perkotaan dibandingakn dengan kehidupan pedesaannya, lebih mengandung ragam status, posisi, dan ragam role serta ragam hak, kewajiban, kebutuhan dan kepentingan.

3)      Dengan beraneka ragamnya kedudukan dan peran, kehidupan perkotaan lebih kaya akan jenjang dan lapis social, pimpinan dan satuan non primer, spesialisasi dan divisi pekerjaan, serta diferensiasi dan diversifikasikan kegiatan.

4)      Bahwa kekayaan kota akan kualitas gejala seperti status, posisi, hak, peran, kewajiban, kebutuhan dan kepentingan telah menyebabkansimple random sampling bagi penelitian perkotaan baru.

5)      Keberadaan dan kehidupan norma dan nilai social di sana menjadi berbagai, bertindih, bahkan berbaur. Pentingnya kegiatan inventarisasi, dokumentasi, penataan, penertiban, pengaturan dan pengawasan.

6)      Kebutuhan dan kepentingan yang berbagai di kalangan penduduk perkotaan telah mengisyaratkan perlunya peningkatan usaha dan upaya.

7)      Kehidupan perkotaan lebih heterogin dari pada homogin. Individualism lebih nyata dari pada kolektivimesnya.

8)      Pendalaman atas cirri – cirri idup perkotaan itu dapat di baca : PENELITI DAN PENELITI.

  1. Cirri – cirri penting kehidupan pedesaan banding kehidupan perkotaan, bertolak dari ajham LH
    1. Sekalipun L-7, L-8 dan L-9 masih merupakan lambang – lambang lingkungan tunggal, namun derajat hubungan L-7 masi lbh tinggi disbanding L-8, dan L8- masi lebih tnggi dari L-9.
    2. Lambang L-7, L-10, L-11, memberitahukan kemudian bahwa :

1)      Makin bertambah jumlah penduduk suatu lingkungan, makin merosot derajat hubungan langsung antar penduduk dalam lingkungan itu, sebaliknya makin meningkatlah derajat hubungan tak langsungya.

2)      Pepemerosotan derajat HL dan peningkatan derajat Htl dalam lingkungan itu akan lebih – lebih lagi apabila rata – rata dari mereka memperluas hubungan satu dengan lain

3)      Pemerosotan derajat HL member arti pemerosotan hubungan tatap muka, hubunan pribadi atau hubungan informal.

  1. Kencenderungan berikut ini :

1)      Makin bertambh jumlah penduduk, makin merosot derajat HL.

2)      Pertambahan penduduk diartikan pergeseran menuju ke kehidupan yang lebih urban. Kehidupan perkotaan lebih mengandng potensi penciptaan dan penggunaan saranan personal dan impersonal serta fisik an non-fisik. Saran personal dapat berupa individu. Sarana fisik berupa barang dan sarana non fisik berupa ilmu pengetahuan dan teknologi.

3)      Dengan mempergunakan sarana yang makin modern, maka kelompok perkotaan akan semakin mbil dan dinamis.

4)      Kultur perkotaan memimpin pedesaan – pedesaan, dengan segala baik buruknya. Otak pembangunan dilahirkan pada rata-rata kota besar.

  1. Ciri – cirri penting kehidupan pedesaan banding kehidupan perkotaan, bertolak dari ajam CH.

Ciri – cirri penting kehidupan pedesaan banding kehidupan perkotaan dapat diungkapkan sebgai berikut :

  1. Kembal kepada peraga – peraga di muka, sudah dinyatakan bahwa L-7, L-8,L-9 masih merupakan lambang – lambang lingkugan tunggal.
  2. Perhatikan L-10 dan L-11 :

1)      Karena pada L-10 telah didapati 2 tali hubungan tambahan A-C dan B-d maka jumlah rata – rata cabang hubungan di situ tidak lagi 2 melainkan 3

2)      Karena pada L-11 telah didapati  tai hubungan tambahan A-C, B-D, C-E, D-A dan E-B.

  1. Kesimpulan :

1)      Makin bertambah julah penduduk sesuatu lingkungan, makin bertambah pula julah tali hubungan yang tercipta antar mereka.

2)      Makin bertambah tali hubungan additional itu, makin menetaslah potensi rata – rata penduduk.

3)      Pertambahan cabang hubungan itu membawa serta perluasan sasaran perhatian.

4)      Perluasan cabang hubungan meningkatkan mobilitas dan dinamika penduduknya.

5)      Perluasan cabang hubungan bermakna pelbagi benuk penyebaran dan pembagian.

 

d.   CH diartikan sebagai pergeseran menuju ke kehidupan yang lebih urban, maka :

1)   Kehidupan perkotaan memberikan peluang kepada pendudukanya untuk bertambah perhatian, penginderaan, pengalaman dan pengetahuan. Perhatian, penginderaan, pengalaman dan pengetahuan itu dapat :

– primer mengenai manusia ataua orang

– Sekunder mengenai benda atau barang

– Tersier mengenai gejala atau fenomena

– kuarter mengenai peristiwa atau kejadian

2)   Manusia atau orang menjadi perhatian primer karena jumlahnya yang banyak. Tidak saja pengenalan – pengenalan pribadi menjadi merosot, namun control social pun menjadi merosot, sementara kejahatanpun makin meningkat. Keluarga bias disebut sebagai satuan primer dalam masyarakat. Apabila pendakalan terus berlangsung, akhirnya satuan primer merosot menjadi satuan sekunder. Perluasan pergaulan di samping memberikan keuntungan, tapi memberikan kerugian, dilihat dari sudut intregitas keluarga.

3)   Dalam hal benda taua barang menjadi perhatian sekunder, memperlihatkan banyaknya jumlah barang. Pengenalan seksama menjadi merosot, namun control terhadap barang pun menjadi merosot.

4)   Uraian gejalan atau fenomen menjadi perhatian primer sudah tercantum pada 2), 3) dan 5).

5)   Peristiwa atau kejadian menjadi perhatian sekunder, maka kehidupanperkotaan memperlihatkan jumlah yang serba banyak pula. Itu semua digambarkan pada surat kabar, majalah ataupun televise. Semua kejadian di luar biasa terlihat dari dalam. Adapun pepatah berangkatlah lebih pagi agar keselamatn beserta anda dan Karena santai maka tak selesai.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25/10/2011 in Sospol

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: