RSS

Strategi

13 Mei

Strategi

Strategi adalah rencana untuk mencapai goal organisasi. Dalam pembahasan ini pertama akan dibicarakan beberapa macam goal organisasi. Kemudian membahas 2 level strategi dalam organisasi yaitu strategi korporat dan strategi unit Bisnis.

Goal ditetapkan oleh pimpinan puncak yang biasanya dilakukan berdasarkan usulan dari anggota organisasi. Goal dapat dijabarkan dalam berbagai jenis, antara lain:

Profitability
Dalam organisasi bisnis, laba merupakan goal yang utama.
Laba dapat diarikan sebagai selisih antara Pendapatan dan biaya. Tetapi dapat juga diartikan lebih lengkap yaitu dalam persamaan Return on Investmen (ROI)

ROI = (pendapatan- biaya)/ pendapatan X pendapatan/ investasi

Memaksimalkan Nilai Pemegang Saham
Pemegang Saham sebagai pemodal bertujuan untuk memaksimalkan nilai investasinya (dana yang ditanamkan pada perusahaan). Maximum dalam hal ini berarti kemampuan memaksimalkan laba. Meskipun laba sebagai tujuan utama, organisasi bisnis juga mempunyai kewajiban pada stakeholder lainnya, sehingga harus beretika.

Risk
Kemampuan organisasi dalam memperoleh laba dipengaruhi oleh risiko yang diambil. SEmakin tinggi risiko yang diambil maka laba yang diharapkan semakin besar.

Pendekatan berbagai stakeholder
Organisasi berpartisipasi pada tiga pasar yaitu; Pasar Modal, Pasar Produk dan Pasar factor produksi. Pasar Modal diperlukan untuk memperoleh dana, sehuingga harus mampu memenuhi tujuan pemodal, Pasar produk diperlukan untuk memasarkan produknya, sehingga harus mampu memenuhi kebutuhan konsumen.dan dalam melakukan kegiatannya memerlukan sumber daya dalam bentuk bahan baku, SDM dll. Sehingga perusahaan mempunyai tanggung jawab pada ketiga pasa r tersebut.

Konsep Strategi

Formulasi Strategi
Dilakukan dengan melakukan analisa lingkungan, yaitu lingkungan luar untuk mengidentikasilkan kesempatan yang ada dan lingkungan dalam untuk mengidentifikan keunggulan yang dimiliki. Berdasarkan analisa tersebut Strategi dapat ditetapkan. Strategi dapat diklasifikasikan pada strategi corporate yaitu strategi untuk organisasi

Dalam organisasi terdapat dua tingkat strategi yaitu:
1. Strategi Korporat yaitu strategi untuk organisasi secara keseluruhan
2. Strategi unit bisnis yaitu strategi untuk setiap unit bisnis yang ada dalam organisasi

Ringkasan dari dua tingkatan strategi:

Tingkatan Strategi Faktor utama Pilihan strategi Keterlibatan pimpinan
Tingkat Korporat Industri apa yang dilakukan?
Industri Tunggal
Beberapa industri yang saling berkaitan
Beberapa industri yang tidak berkaitan Pimpinan puncak
Tingkat unit Bisnis Misi apa yang dilakukan setiap unit bisnis ?

Bagaimana merealisasi misi sdalam persaingan?
Build ( merintis)
Hold (bertahan)
Harvest (menikmati hasil)
Divest (dihentikan)
Biaya Rendah
Keunggulan produk ( diffrentiation) Pimpinan Puncak dab pimpinan unit bisnis

Pimpinan unit bisnis

STRATEGI KORPORAT;
Pada tingkat strategi korporat menentukan kegitan bisnis yang akan dilakukan. Jadi dalam strategi ini yang dipertimbangkan adalah jenis bisnis dan bagaimana usaha untuk melakukan persaingan pada bisnis tersebut. Kegiatan yang dilakukan adalah:
1. Menentukan kegitan bisnis yang akan dilakukan
2. Melakukan alokasi sumberdaya pada setiap kegiatan bisnis tersebut
Hasil akhir dari analisa strategi korporat adalah; keputusan mengenai kegiatan bisnis yang akan ditambahkan, dipertahankan, perlu diperhatikan atau yang perlu dihentikan.

Pilihan strategi yang dapat dilakukan adalah:
1. Industri tunggal
Strategi ini mengutamakan keunggulan yang dimiliki sehingga bias mengembangkan kemampuannya dalam indutri yang dipilih
2. Beberapa jenis industri yang berkaitan
Strategi ini dilakukan untuk :a) berbagi sumberdaya dan b) berbagi kemampuan utama yang dimiliki
3. beberapa industri yang tidak berkaitan
Strategi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi meminimalkan risiko dengan melakukan portofolio

STRATEGI UNIT BISNIS
Strategi unit bisnis ditentukan oleh dua factor, yaitu:
1. Misi (tujuan dari unit bisnis)
2. Keunggulan bersaing

Misi unit Bisnis:
Untuk menentukan misi unit bisnis dapat digunakan model portofolio yang dipilih yaitu Boston Consulting Group Model ( matriks (2X2)pertumbuhan dan marketshare) dan General ElectricCompany/ Mc Kinsey & Co (matriks (3 X3) industry, attractiveness – business strength )

Boston Consulting Group Model
Factor yang dipertmbangkan:
1. Tingkat pertumbuhan industri, yang menunjukkan kesempatan industri untuk tumbuh (kesempatan investasi). Kesempatan ini dapat dilihat dari posisi penawaran dan permintaan pada industri tersebut. Apabila permintaan Lebih tinggi dari penawaran berarti industri tersebut sedang tumbuh dfan berarti ada kesempatan untuk Investasi, dan sebaliknya. Apabila unit bisnis berada pada posisi industri yang sedang berkembang maka apabila unit bisnis akan memanfaat kan kesempatan tersebut perlu menyediakan dana untuk melakukan investasi.
2. Market Share, Kemampuan menjual produk yang dihasilkan unit bisnis dibandingkan dengan seluruh permintaan produk tersebut pada indutri yang sama. Semakin tinggi kermampuannya berarti semakin tinggi kemampuannya memenuhi kebutuhan pelanggan dan berarti kemampuan memperoleh kas juga tinggi.
Dasar keputusan yang dilakukan dari dua factor diatas adalah: bagaimana mengalokasikan dana yang diperoleh pada kegiatan bisnis yang dilakukan, Kegiatan bisnis yang perlu memperoleh dana untuk investasi hanya kegiatan yang berada pada posisi pertumbuhan yang baik, sedangkan yang sudah tidak ada pertumbuhan sebaiknya tidak melakukan investasi, bahkan yang market sharenya kecil, mungkin perlu dihentikan

Build: Pada posisi ini market share rendah sehingga kas yang masuk kecil, dan pertumbuhan pasar tinggi, sehingga ada kesempatan untuk investasi. Maka misi nya adalah berusaha meningkatkan market share dengan melakukan investasi.

Hold: Pada posisi ini market share tinggi sehingga kas yang masuk besar, dan pertumbuhan pasar tinggi, sehingga ada kesempatan untuk investasi. Maka misi nya adalah berusaha mempertahankan (proteksi pasar) market share dengan melakukan investasi.

Harvest: Pada posisi ini market share tinggi sehingga kas yang masuk besar, dan pertumbuhan pasar rendah, sehingga tidak perlu investasi. Maka misi nya adalah berusaha memperoleh laba dan arus kas jangka pendek.

Divest: Pada posisi ini market share rendah sehingga kas yang masuk kecil, dan pertumbuhan pasar juga rendah, sehingga tidak ada kesempatan untuk investasi, dan juga tidak mampu bersaing. Maka misi nya adalah menghentikan (likuidasi) bisnis tasb.

KEUNGGULAN BERSAING UNIT BISNIS

Setiap unit bisnis harus mengembangkan kemampuan bersaing. Untuk mengembangkan kemampuan bersaing, perlu mempertumbangkan tiga factor berikut ini:
1. Struktur industri yang dipilih
2. Bagaimana melakukan eksplorasi indudtri tersebut
3. Keunggulan bersaing yang dimiliki

Michael Porter menjelaskan pendekatan analisis yang dilakukan yaitu berdasarkan analisa industri dan value chain analysis sebagai dasar untuk menentukan kemampuan bersaing.

ANALISA INDUSTRI
Kondisi industri mempengaruhi kiberja setiap badan usaha. Berdasarkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan laba industri dapat digunakan sebagai dasar prediksi kinerja suatu badan usaha. Menurut Porter, struktuk industri yang perlu dianalisa untuk mengetahui kekuatan dalam bersaing adalah:
1. keunggulan dari pesaing
2. kemampuan menguasai pelanggan
3. kemampuan menguasai pemasok
4. ancaman dari produk subtitusi
5. ancaman dari pesaing baru

GENERIC COMPETITIVE ADVANTAGE

Analisa lima factor merupakan langkah awal penentuan keunggulan bersaing karwena dapat membantu mengidentifikasi ancaman dan kesempatan dari lingkungan luar. Berdasarkan hasil tersebut, Porter menyatakan bahwa unit bisnis mempunyai dua generic untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memanfaatkan keunggulan biaya rendah dan kualitas yang libih unggul (diferentioation).

Biaya Rendah dapat diperoleh dengan memanfaatkan economies of scale, pengendalian biaya dan usaha meminimalkan biaya.

Differentiation, dilakukan dengan cara menawarkan produk yang berbeda sesuai dengan yang dianggap sesuai oleh konsumen.

VALUE CHAIN ANALYSIS

Keunggulan bersaing diperoleh karena kemampuan memberikan nilai lebih pada produk dengan biaya yang sama atau memberikan nilai produk yang sama dengan biaya yang lebih rendah. Value chain adalah kegiatan yang menyeluruh pada kegiatan menghasilkan produk, dimulai dari memperoleh bahan baku sampai produk diserahkan pada konsumen. Perusahaan melakukan kegiatan tersebut dari sumberdaya dari dalam maupun yang diperoleh dari pihak luar.Value chain analysis berusaha untuk menentukan kegiatan operasional perusahaan sejak perencanaan sampai kegiatan distribusi, yang dapat memberikan nilai tambah atau dapat menekan biaya.

Berikut ini adalah pertanyaan yang harus dipertimbangkan pada setiap kegiatan :
1. Dapatkah biaya ditekan dengan mempertahankan nilai (pendapatan) ?
2. Dapatkah meningkatkan nilai (pendapatan) dengan mempertahankan biaya?
3. Dapatkah mengurangi pemanfaatan aset dengan mempertahankan biaya dan pendapatan?
4. Dapatkah mel;akukan pertanyaan 1,2 dan 3 secara bersamaan?

Dengan melakukan analisa secara sistematis terhadap biaya, pendapatan dan asset p[ada setiap kegiatan, unit bisnis akan mencapai cost-cum differentiation advantage.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13/05/2010 in SPM

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: