RSS

Pusat laba

13 Mei

Pusat Laba

Pusat laba adalah pusat pertanggungjawaban yang kinerjanya diukur dari selisih antara pendapatan dan biaya (laba). Dalam pusat laba fungsi produksi dan pemasaran dilakukan dalam satu pusat pertanggungjawaban dan kegiatan ini disebut juga divisionalisasi. Organisasi membentuk pusat laba ditujukan untuk mendelegasikan wewenang yang lebih besar pada manajer operasional. Dalam pendelegasian tersebut terdapat dua kondisi yang harus diperhatikan yaitu:
1. Setiap manajer harus dapat memperoleh informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan.
2. Efektivitas kegiatan trade off pendapatan dan biaya yang dilakukan manajer harus dapat diukur.

Keunggulan pembentukan pusat Laba:
1. Kualitas keputusan lebih baik
2. Keputusan dapat dilakukan lebih cepat
3. Pimpinan puncak terbebas dari keputusan rutin
4. Manajer operasional memperoleh kebebasan dalam berinisiatif dan berimaginasi
5. Sarana pelatihan manajer
6. Tujuan laba menjadi focus utama
7. Pimpinan puncak dapat memperoleh informasi dari setiap pusat laba mengenai kemampuan memperoleh laba
8. Meningkatkan persainan antar pusat laba

Kelemahan pembentukan Pusat laba:
1. Pimpinan puncak kemungkinan akan kehilangan kendali
2. Kualitas keputusan akan berkurang, apabila pimpinan puncak lebih baik
3. Terjadi ketidak harmonisan antar pusat laba
4. Kerjasama antar fungsi berkurang
5. Terjadi peningkatan biaya
6. Kompetensi manajer umumtidak berkembang
7. Menekankan laba jangka pendek
8. Belum ada system yang meyakinkan bahwa pembentukan pusat laba akan meningkatkan laba organisasi secara keseluruhan.

Unit Bisnis sebagai Pusat Laba
Kendala pembentukan pusat laba
1. Kendala dalam pendelegasian wewenang
Pendelegasian wewenang harus dilakukan dengan pertimbangan sinergi, apabila terlalu besar maka akan kehilangan sinergi. Sehingga pembentukan pusat laba masih mempertahankan kegiatan yang dilakukan secara terpusat.
2. Kendala dari unit bisnis yang lain
Karena adanya kegiatan antar unit bisnis yang saling berkaitan, maka campur tanga dari pusat masih diperlukan untuk menentukan:keputusan produk apa yang dibuat dan dijual setiap unit bisnis, keputusan pemasaran (kemana dan bagaimana penjualan produk setiap unit bisnis), dan keputusan sumber ( darimana sumberdaya yang diperlukan akan diperoleh)
3. Kendala dari manajemen Puncak
a. Keputusan yang berasal dari pertimbangan strategik
b. Keputusan dari kesuaian yang diperlukan
c. Keputusan yang berasal dari economic of centralization
Umumnya beberapa organisasi, menyerahkan keputusan tersebut terutama yang berbentuk Keuangan pada pusat.

PUSAT LABA SELAIN UNIT BISNIS

Pembentukan Pusat laba dalam dilakukan pada fungsi Organisasi seperti Fungsi Pemasaran dan Fungsi Produksi.
Fungsi Pemasaran :
Fungsi Pemasaran dapat dibentuk sebagai pusat laba dengan membebankan Harga pokok Penjualan. Harga tersebut akan memberikan informasi yang relevan mengenai trade optimum biaya dan pendapatan yang dilakukan oleh manajer pemasaran. Harga yang dibebankan pada manajer pemasaran harus ditetapkan berdasarkan biaya standar, bukan dari biaya sesungguhnya dari produk yang terjual, sehingga efiensi dapat diukur.

Fungsi Produksi;
Fungsi produksi biasanya diperlakukan sebagai pusat biaya, dimana kinerja manajernya diukur dari efisiensinya yaitu melakukan kegiatan dengan menggunakan biaya sesuai atau dibawah dari standar biaya yang ditetapkan. Hal ini menyebabkan:
• Manajer akan mengabaikan kualitas untuk dapat menekan biaya
• Manajer akan menolak untuk megubah pola kegiatan produksinya dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang sedang meningkat
• Manajer akan menolak meningkatkan kulitas produk yang dirasa sulit, karena akan menyebabkan peningkatan biaya.

Untuk mengatasi permasalahn tersebut, maka fungsi produksi dapat diperlakukan sebagai pusat laba dengan cara membebankan produk yang dijual dikurangi biaya pemasaran.

Unit Jasa dan pendukung:
Unit pemeliharaan, Tehnologi Informasi, transportasi, tehnik, jasa konsultansi, pelayanan konsumen dan kegiatan pendukung lainnya dapat diperlakukan sebagai pusat laba. Yaitu dengan membebani biaya pada pemakai jasa yang diberikan sehingga unit jasa dapat diukur kinerjanya dari selisih antara pendapatan dan biaya yang terjadi dalam unitnya.

PENGUKURAN KINERJA

Terdapat dua dasar opengukuran kinerja yang dilakukan dalam pusat Laba, yaitu ;
1. Kinerja Manajemen (Management Performance) , yaitu untuk menilai kemampuan manajer dalam memperoleh laba,hasil pengukurannya dapat digunakan sebagai dasar untuk memberikan kompensasi pada manajer tersebut, maka penilaian kinerja ini dapat disebut juga sebagai motivational performance (penilaian kinerja untuk melakukan motivasi pada manajer).
2. Kinerja ekonomik ( economic performance), yaitu menilai kemampuan unit bisnis sebagai satuan ekonomi dalam menghasilkan laba. Laba yang dihasilakan oleh setiap pusat laba merupakan kontribusi masing-masing pusat laba pada laba organisasi secara keseluruhan.

Berbagai jenis laba yang digunakan sebagai dasar pengukuran kinerja:
1. Laba Kontribusi, yaitu selisih antara pendapatan dengan biaya variable
2. Laba Divisi, yaitu selisih pendapatan dan biaya yang terjadi langsung pada divisi
3. Laba terkendali, yaitu laba yang terjadi pada divisi dikurangi biaya terkendali dari pusat
4. Laba operasional (sebelum pajak), yaitu laba divisi dikurangi seluruh biaya yang berasal dari pusat
5. Laba Bersih, yaitu laba operasional dikurangi biaya pajak

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13/05/2010 in SPM

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: